| Images from Unsplash
An Open Letter For My 20 Years Young.
Happy birthday to me. 20 years young. Time went very fast. Have been in a lot situation. Up and down. Now you are officially young adult now. You have to be strong, agile and kind. You know who are real friend and just friend. You know love is like double edge sword. You know the differences between bad and good.
After long journey, you realize world is not always happen as you wish. Yeah, it fucked up sometimes and what only we can just trial and error. But, dark doesn't last forever. As long as we grinding up, all the hardwork will payoff.
Now, you are in final level of college. Giving your best is always worth it. Oh yeah, btw. 2019 gonna end less than 60 days. Have you achieve this year goals? It's okay only achieved some. Enjoy the progress.
|
Tips Manajemen Waktu Supaya Perkuliahan Lancar
- Juni 06, 2018
- By Nur Muhammad Luthfi
- 0 Comments
Yo everyone.. Gimana kabar kalian semua? Semoga baik-baik aja ya. Pada postingan kali ini gue mau berbagi tips bagaimana melakukan manajemen waktu supaya perkuliahan lancar. Dan mungkin tips ini tidak hanya berguna bagi aktivitas perkuliahan saja. Bisa jadi membantu anda dalam manajemen waktu sehari-hari. Walaupun begitu tips disini bakal gue tekankan dalam lingkup perkuliahan.
Mungkin salah satu dari kalian ingin sekali memiliki IPK yang tinggi, bisa dikatakan lebih dari 3.50 atau memiliki prestasi gemilang di dunia perkuliahan. Hal tersebut juga berlaku bagi gue, tips ini udah gue lakukan dan alhamdulillah, it's works. Perkuliahan gue lancar dengan IPK di atas 3.5. Apa aja sih tipsnya? Berikut 2 tips dari gue.
1. Buatlah Sebuah Timeline
Selama kuliah pasti kita disibukkan dengan berbagai macam kegiatan, entah itu dari tugas yang diberikan oleh dosen, kegiatan himpunan dan acara unit kegiatan mahasiswa. Sudah dipastikan jika kalian sangat aktif pasti jadwal kalian sangat sibuk. Dengan temen-temen semua membuat timeline kalian minimal selama seminggu kedepan, kalian akan terbantu sehingga temen-temen semua dapat menyiapkan banyak hal dari jauh-jauh hari dan temen-temen tidak akan keteteran atau banyak kegiatan yang bentrok.
Temen-temen dapat membuat sebuah timeline menggunakan aplikasi software seperti notes yang ada di gadget kalian atau menggunakan cara konvensional menggunakan kertas. Gue sih biasanya pake note kertas yang biasa di tempel di dinding-dinding.
2. Tentukan Prioritas
Pernah ga sih temen-temen harus memilih dua kegiatan di waktu bersamaan? Ngeselin kan ya? ya begitulah yang gue rasaka, Tips kedua ini masih berkaitan dengan tips pertama. Saat membuat timeline kegiatan, temen-temen harus memperhatikan skala prioritas kegiatan temen-temen semua. Ada empat kategori prioritas dari tingkat paling atas sampai tingkat paling bawah.
- Penting dan Mendesak
Skala prioritas pertama ini adalah tingkat paling atas. Pada skala ini temen-temen tidak boleh menunda kegiatan tersebut. Biasanya kegiatan pada skala ini adalah kegiatan yang perlu tindakan dan perhatian segera, Contohnya adalah kabar buruk keluarga, tugas dengan deadline yang sangat mepet, kuliah dll.
- Mendesak Tidak Penting
Prioritas kedua ini adalah kegiatan yang tidak terlalu penting tapi mendesak. Biasanya kegiatan ini tidak sensitif terhadap waktu. Misalnya silaturahmi, kegiatan dengan deadline yang bersifat wacana dan me-review-ulang pelajaran yang sudah temen-temen pelajari.
- Penting Tidak Mendesak
Skala prioritas kali ini bersifat jangka panjang. Misalnya temen-temen adalah mahasiswa tingkat akhir yang, nah, mengerjakan skripsi adalah kegiatan yang termasuk skala prioritas ini. Selain itu, kegiatan seperti menjawab panggilan atau chatting temen juga termasuk kegiatan ini.
- Tidak Penting Tidak Mendesak
Kegiatan terakhir adalah kegiatan yang mungkin sering kita lakukan dan melupakan tiga prioritas sebelumnya. Contohnya adalah menonton tayangan yang tidak perlu, nongkrong tanpa tujuan yang benar dan kegiatan-kegiatan yang sifatnya hanya merugikan-merugikan orang lain.
Sekian tips manajemen waktu supaya perkuliahan lancar. Walaupun begitu, tips ini tidak berguna bagi temen-temen semua jika temen-temen tidak melakukan hal tersebut dengan konsisten. Selamat mencoba bagi temen-temen yang ingin melakukan implementasi tips dari gue. Semoga sukses
Yo.. everyone bagaimana kabarnya? Semoga baik-baik aja yak. Seperti yang sudah kalian baca pada kolom judul artikel, kali ini gue mau berbagi pengalaman gue mendaki Gunung Putri Lembang yang berlokasi di Lembang, Bandung.
Pertama-tama, gue mau ngucapin hamdalah terlebih dahulu, alhamdulillah karena semester dua sudah berakhir dan waktunya liburan wkwkwkwk. Tinggal menunggu indeks prestasi keluar aja di iGracias - sistem informasi akademik kampus gue. FWI, liburan kampus gue itu mirip kayak sekolah S3 - SD, SMP dan SMA. Gak kayak temen-temen gue lainnya, gue udah selesai UAS mereka masih UTS wkwkkwkw.
Balik ke cerita utama, hari Jumat tanggal 4 saat sebelum presentasi akhir proyek tingkat-1, gue di ajakin oleh Wisnu - temen kelas gue mendaki Gunung Putri Lembang selama dua hari, sabtu sampai minggu. Kebetulan matkul PBW adalah matkul terakhir presentasi, jadi setelah itu udah gabut gak ada kuliah lagi *ekspersi senang*, jadi gue putuskan untuk ikut.
Keesokan harinya, hari Sabtu, sekitar jam 3-an kami berangkat ke TKP dari Telkom. Perjalanan memakan waktu sekiranya dua jam karena kami sempat menongkrong di Indomaret sekitaran Lembang sekalian membeli bahan pangan kayak Indomie goreng untuk disantap di puncak gunung.
Setelah sampai di TKP, kami berempat membeli tiket sebesar Rp17.500 untuk penginapan dan Rp7.500 untuk paket yang tidak menginap. BTW, gue lupa ngasih tau, kita ke sana berempat, Fathih, gue, Wisnu dan Anang.
Trek dari Gunung Putri Lembang tidak terlalu menantang hormon adrenalin karena emang gunung ini gak terlalu tinggi. Setelah mendaki sebentar, temen gue, Anang ternyata udah ngos-ngosan untuk melanjutkan pendakian ke atas lagi, Alhasil kami mendirikan tenda di pos pertama. Kami mendirikan tenda sekitar jam 4, kala itu pemandangan dari Gunung Putri tidak cukup bagus, masih terlihat rumah-rumah warga yang merapat. Kami menghabiskan waktu kami menuju sunset dengan bercerita suka-duka Proyek Tingkat-1 dan menyantap indomie seleraku yang sudah kami beli sebelumnya.
Sunset telah tiba, pemandangan indahpun menyambut kita. Walaupun tidak banyak bintang di langit-langit malam, bulan yang indah menerangi dengan hangat. Kita berempat men-take banyak foto kala sunset waktu itu. Berikut sedikit foto yang di ambil, BTW, di foto di bawah ini gue gak bisa main gitar.
Kemudian, setelah foto-foto kami lanjut bercerita kembali mengenai suka-duka Proyek Tingkat-1, Emang bener dah yang namanya proyek tingkat beban hidup anak-anak IF wkwkw. Sambil menunggu sunrise juga kami iseng-iseng bermain gim Truth or Dare.
Sunrise tiba, akan tetapi, perut gue udah gak tahan nahan boker lagi. Jadi, pagi-paginya gue harus boker di WC. Gue nanjak aja ke atas, alhamdullillah, nemu WC, tapi gak ada airnya - sialan. Gue udah naik ke atas dapet WC gak ada air, alhasil gue turun lagi ke bawah make WC berbayar di deket loket pembelian. Sambil nahan boker yang hampir-hampir mau keluar, akhirnya sampe juga di WC umum tersebut. Setelah lega, gue ke atas lagi untuk menikmati sunrise, akan tetapi gue gak tau anak-anak lagi take foto dimana, jadi gue diem aja jaga barang-barang di tenda.Gue cuman sempet ambil foto rame-rame aja
Mungkin sekian pengalaman gue mendaki Gunung Putri Lembang. Sunrise, sunset dan pengalaman nahan boker yang gak akan gue lupakan. FYI, ini pengalaman gue dalam sekitar satu sampai dua tahun terkahir gak mendaki gunung lagi.
Semua foto di take oleh Wisnu
Instagram: @_pemimpi_
Instagram: @_pemimpi_
Postingan ini diawali ketika gue mendapatkan sebuah postingan menarik yang menurut gue cocok untuk gue bahas, postingan tersebut adalah
Di akhir semester dua ini gue mau cerita-cerita sedikit. Jurusan gue, IF, kalau udah semester genap ini biasanya ada tugas bernama Proyek Tkhir. Tugas ini adalah gabungan dari semua mata kuliah semester satu sampai semester sekarang tergantung lu sekarang di semester berapa. Sebagai contoh karena gue di semester dua, maka proyek tingkat yang gue jalani adalah gabungan semua matkul di semester satu sampai semester dua. Jika gue di semester empat, maka proyek tingkatnya itu adalah gabungan matul dari semester satu sampai dengan semester empat.
Proyek tingkat di adakan pada awal-awal semester. Proyek tingkat dari tahun pertahun selalu dijalani secara berkelompok. Biasanya kelompoknya itu terdiri dari tiga orang mahasiswa. Kalau beda dosen beda pula ketentuannya. Proyek tingkat yang gue jalani sekarang berjumlah tiga sampai empat orang perkelompok. Kelompok gue kebagian empat orang satu tim.
Di sinilah permasalahnya. Sudah rahasia umum dalam kelompok pasti ada yang namanya kerja dan kelompok. Dalam kasus gue yang kerja dua dan kelompok dua. Entah kenapa gue binggung kenapa ada yang seperti ini, padahal status seorang mahasiswa dapat dikatakan dewasa, walaupun dewasa muda. Entah apa yang ada dipikiran mereka. Apakah kuliah hanya ingin berorganisasi? Main-main? Itu urusan mereka. Akan tetapi sangat patut disayangkan, ketika lupa dengan tanggung jawab.
Gue yakin pasti ketika elu sebelum masuk sebuah organisasi khususnya di lingkungan kampus pasti lu akan ditugaskan untuk membuat CV dan kemudian, jika lolos akan masuk tahap selanjutnya, yaitu interview. Setelah selesai interview dan officialy menjadi anggota mereka maka semua hal yang lu ucapkan ketika interview dan hal-hal yang lu tuliskan dalam CV lu itu pasti akan dipertanggung jawabkan selama lu menjadi anggota organisasi tersebut.
Gue yakin pasti ketika elu sebelum masuk sebuah organisasi khususnya di lingkungan kampus pasti lu akan ditugaskan untuk membuat CV dan kemudian, jika lolos akan masuk tahap selanjutnya, yaitu interview. Setelah selesai interview dan officialy menjadi anggota mereka maka semua hal yang lu ucapkan ketika interview dan hal-hal yang lu tuliskan dalam CV lu itu pasti akan dipertanggung jawabkan selama lu menjadi anggota organisasi tersebut.
Tapi mengapa, tanggung jawabnya sebagai mahasiswa yang memiliki tujuan utama menimba sumur ilmu hilang seperti tenggelam di lautan. Ketika ada tugas kelompok, yang lain kerja, mereka hanya sebagai kelompok. Cukup pathetic melihat seorang mahasiswa yang memiliki tanggung jawab yang lebih utama, tapi acuh dengan tanggung jawab tersebut.
Kemudian, jika berbicara skala besar, gue yakin di organisasi pasti ketika ada sebuah acara dan mereka jadi panitia pasti membutuhkan yang namanya kerja sama. Gak bisa dipungkiri, jika adanya miss komunikasi antar anggota, maka kemungkinan besar akan terjadinya chaos saat hari H acara. Begitu juga dengan kerja kelompok, apakah mereka gak merasa kalau teman kelompoknya butuh kerja samanya? Who know's
![]() |
| Sumber: Images Google |
Sejak gue kecil, gue selalu kagum dengam bokap gue akan kebaikannya. Beliau selalu ikhlas dalam membantu orang yang membutuhkannya. Ia mempunyai prinsip bahwa hidup itu harus berguna kepada orang lain. Itu hebat menurut gue.
***
Gue jadi teringat ketika pergi ke rumah pasien bokap gue di daerah Bintaro. Waktu itu sedang liburan semester satu, gue diajak bokap untuk menemaninya untuk memeriksa keadaan pasien tersebut. Karena waktu itu gue gak banyak kerjaan selain makan - tidur - main, gue putuskan untuk ikut bokap ke bintaro.
Perjalan dari Cakung sampai Bintaro cukup memakan tenaga. Walaupun bukan gue yang nyetir, gue yakin ketika ngelihat wajah bokap yang menunjukan bahasa tubuh lelah. Meskipun begitu, niat baik tak terhalang oleh rasa lelah.
Ketika sampai di tujuan, kita gak tau lokasi persis rumah tersebut. Oleh karena itu, kita menunggu di dekat masjid daerah Bintaro Sektor 9. Tak kunjung lama, keluarga salah satu pasien datang menjemput, menghantarkan kami ke rumahnya. Ternyata rumah si pasien tidak di dalam perumahan bintaro, kita harus melewati jalan yang sempit untuk sampai kerumah.
Terlihat rumah kayu yang sepertinya sudah lama berdiri itu masih terlihat kokoh. Dikelilingi oleh banyak pepohonan membuat daerah sekitar sejuk. Ternyata, rumah itu adalah tujuan kami.
Sesampainya di teras rumah, kami disambut oleh keluarga pasien dan pasien tersebut. Seorang nenek yang sedang berbaring mengeluhkan penyakit kakinya yang sepertinya lumpuh. Bokap melanturkan senyuman. Setalah itu, seperti biasa bokap meminta sebuah minyak dan mulai teknik psioterapinya.
Penyembuhan berjalan dengan intense, nenek tersebut selalu mengeluh dengan keadaannya yang menurutnya tidak bisa disembuhkan. Bokap tersenyum kembali dan dilanjutkan dengan kalimat penyemangat agar nenek tersebut mau berusaha. Walaupun nenek tersebut selalu mengeluh, bokap gue pantang semangat untuk membantu nenek itu.
Selang beberaapa jam, ada perkembangan dari tubuh nenek itu. Kakinya yang awalnya susah untuk digerakan pada akhirnya bisa digerakkan. Walaupun itu masih membutuhkan bantuan sebuah tongkat.
Setelah selesai, kami pamitan. Akan tetapi, kami selalu di berhintakan untuk menerima bayaran. Bokap selalu menolak, ia ikhlas dan mengatakan bahwa setiap kebaikan pasti ada balasannya walaupun sebesar biji zahro sekalipun. Mereka tetap memaksa dan bokap gue berbalas dengan dengan hal yang sama. Semenjak saat itu gue belajar banyak tentang ke ikhlassan menolong seseorang dan hal itu gue coba terapan di perkuliahan.
Mencoba untuk baik kepada orang lain kadang sering berakhir di manfaatkan. Gue gak pernah tau kenapa banyak sekali orang yang seperti itu. Sejujurnya, ada banyak sekali orang seperti itu dari gue kecil sampai sekarang. Akan tetapi, mereka yang pernah gue bantu tidak menghilang pergi seperti membuang kulit kuaci yang sudah tak berisi. Mereka masih berbincang, bercanda dan sesekali bertemu. Hal itu gak berlaku di perkuliahan.
Mereka yang pernah gue bantu seakan semua selesai ketika gue selesai membantu. Gue menjadi mikir dan seakan gue menyesal kepada diri sendiri. Menyianyiakan waktu dan tenaga demi orang lain yang akan membuang kita ketika urusan telah selesai. Mungkin gue harus belajar lagi untuk tidak membantu ke semua orang. Walaupun terdengar pilih-pilih, ya itulah risiko membantu banyak orang yang pada akhirnya dibuang.
![]() |
| Sumber gambar: dreamstime.com |
Cerita ini diawali ketika gue punya niatan untuk pergi ke sebuah toko yang bisa lu bilang salah satu toko terbesar di Indonesia. Di suatu siang hari yang sangat terik, gue minta tolong ke temen gue, sebut saja Ibay untuk nemenim gue ke toko buku tersebut. Sebelum berangkat ke toko buku, gue samper dia ke gedung dia dulu - gedung 1. Btw gedung gue - gedung 8 itu paling pojok, gak menghadap ke gedung manapun, gue merasa gedung gue seperti dijauhin oleh gedung lainnya, mungkin gedung gue korban bullying kali jadi gak punye temen sama sekali.
Setelah nyamper si Ibay, kita pun pergi ke parkiran depan gedung GKU untuk ngambil motor gue yang parkir di sana. Perjalananpun berjalan dengan lancar, walaupun terkadang ada hambatanyya karena gue belum familiar sama jalanan kota Bandung. Di perjalanan sesekali kita ngobrol tentang rasanya perkuliahan, bagaimana kejamnya TP yang udah bikin gue gak bisa pulang ke Jakarta dan banyaknya tugas-tugas dari bapak/ibu dosen yang gak henti-henti.
Tiba-tiba si Ibay ngomong ke gue, bahwa dia pengen berhenti kuliah di jurusan Informatika tingkat Diploma ini. Sontak gue berkata "Kenapa?" seperti orang yang tiba-tiba diputusin sama pacarnya. Kemudian si Ibay-pun ngomong tentang dirinya yang sudah enggak kuat karena ada penyakit yang demi kenyamanannya gak mau gue sebut di sini. guepun ngeledek dia dengan kata "ah lemah" dan diapun hanya tersenyum seperti orang ikhlas ditinggal putus sang pacar.
Karena gue merasa gak enak dengan ejekkan gue sebelumnya, gue pun bertanya "Serius mau keluar? kayaknya lu enjoy-enjoy aja", "Passion gue bukan di sini fi, gue juga udah capek butuh istirihat apalagi gue ada penyakit *****", jawab Ibay. Suasana menjadi hening seketika. Guepun jadi teringat masa gue di SMA.
***
Seketika gue kembali flashback di masa-sama SMA dulu, waktu itu, gue punya temen sebut saja Adit. Adit ini dia pengen banget jadi seorang dokter anak. Yang jelas bukan dokter aneh-aneh loh ya. Gue dan teman-teman yang lain suka ngeledek dia dengan kata "dokter cabul" dan semacamnya soalnya waktu itu lagi maraknya berita tentang pencabulan terhadap orang di bawah tahun which is korbanya itu sekitaran anak-anak Sekolah dasar sampai Sekolah Menangah Pertama. Kita sebenernya tahu, mimpi dia itu mulia banget, cuman karena kita masih labil jadi ledekan itu hanya sebuah lelucon pergabutan di tengah kejenuhan kelas..
Kebetulan gue satu tempat bimbel belajar dengan dia. Setiap pelajaran biologi, Adit adalah orang yang paling antusias jika dibandingkan dengan murid-murid satu kelas dan juga ketika ditanya di tanya "cita-cita kamu apa?" dengan semangat dan tekad tahun 45, Adit selalu menjawab "Jadi dokter anak". Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, yang terjadi, terjadilah. Adit gagal melanjutkan impiannya menjadi seorang dokter anak lulusan Universitas Indonesia. Sekarang dia masuk ke jurusan Agribisnis Universitas Dipongeoro, Semarang. Semoga betah di sana ya Dit!.
Kemudia sejak saat itu gue jadi mikir, apakah yang gue jalani sesuai mimpi dan passion gue atau hanya gue hanya mengikuti sebatas nafsu gue? Yang sejatinya gue itu orang yang penuh nafsu akan sesuatu.
Semoga kita semua dapat menggapai mimpi kita :)
"Kok dia punya smartphone mahal?"
"Kok hidupnya maen terus ya?
"Kok hidupnya maen terus ya?
Itulah kalimat yang terpendam dari hati seorang mahasiswa yang punya khalayan lebih besar dari warehouse IKEA di Tanggerang. Terkadang gue suka binggung sama orang-orang seperti itu, baik itu temen gue ataupun orang yang bisa dibilang hidupnya asik terus. Apakah barang dan harta yang didapat adalah hasil kerja keras sendiri? atau jerih payah orang tua? none of my business.
***
Kemarin gue ikut program Google namanya Indonesia Android Kejar yang biasa di sebut IAK. Alhamdulillah, gue diterima jadi salah satu peserta IAK setelah menunggu dari semester 1 selama 4 bulan hahah. Setelah itu gue dapet kelas di ITB calon kampus gue nanti. Semoga.
Gue disana bertemu banyak orang. Ternyata orang-orang yang gue temui itu rata-rata bukan dari kalangan atas. Apalagi gue kemarin ngeliat mahasiswa ITB yang fisiknya itu bisa dikatakan tidak seperti mansia umumnya. saat itu juga gue lansung mikir tentang hidup gue selama 17 tahun ini. Gue ngerasa dengan fisik gue yang lebih baik darinya merasa tersentil. Gue merasa hidup gue masih bisa dibilang leha-laha jika dibandingin dengan orang itu. Gue merasa perjuangan gue masih dibawah beliau. Perjuangan yang sudah gue anggap maksimal ternyata masih belum cukup untuk dikatakan maksimal.
Setelah itu, gue meditasi. Dari meditasi tersebut gue dapat disimpulkan, bahwa sebenernya hidup yang gue udah dapet itu sudah sangat cukup dan patut gue syukuri. Walaupun hidup gue masih dibawah temen-temen gue yang gue ceritain sebelumnya, kita jangan selalu melihat kehidupan di atas kita. Bener kalau melihat ke atas dapat memacu motivasi kita, tapi melihat ke bawah itu juga perlu sebagai bahan untuk kita selalu menyukuri apa yang sudah didapat. Karena diluar sana masih banyak orang yang pengen punya kehidupan seperti kita.
Setelah itu, gue meditasi. Dari meditasi tersebut gue dapat disimpulkan, bahwa sebenernya hidup yang gue udah dapet itu sudah sangat cukup dan patut gue syukuri. Walaupun hidup gue masih dibawah temen-temen gue yang gue ceritain sebelumnya, kita jangan selalu melihat kehidupan di atas kita. Bener kalau melihat ke atas dapat memacu motivasi kita, tapi melihat ke bawah itu juga perlu sebagai bahan untuk kita selalu menyukuri apa yang sudah didapat. Karena diluar sana masih banyak orang yang pengen punya kehidupan seperti kita.
Sekarang gue udah semester 2. Ketika temen-temen gue sedang menikmati liburan indahnya selama 1 bulan lebih, gue udah harus balik ke kampus. Namanya juga world class university. Iri. Tapi mau gimana lagi. Ya begitulah hidup, kadang terlalu adil..
***
Balik ke waktu sebelumnya, setelah beberapa hari kuliah tugas udah numpuk aja, TP makin susah, GILA. Padahal baru modul 1 lansung dicekokin buat program Java. Mungkin bukan passion gue kali ya di Java. FYI, Gue lebih seneng Pemrograman Berbasis Web karena lebih mudah dan flow-nya lebih masuk ke otak gue. Karena gue merasa kurang di Java, gue berharap gak ketemu lagi, at least for one semester sebelum ke temu OOP - Object Oriented Programming atau yang biasa di sebut programming berbasis object. Tapi KHS berkata lain, gue ketemu sama matkul Implementasi Struktur Data dengan skor penyumbang 4 SKS di KHS gue. Matkul ini lanjutan dari Implementasi Algortima which is coding Java di Semester 1 kemarin. Mau gimana lagi, gue harus berjuangan layaknya Luffy yang rela nyelametin Sanji yang ada di kawasan Big Mom. Dengan arti lain: semoga gue selamat di matkul ini
Ngomongin KHS, di prodi gue, D3 IF terutama diploma lainnya, kita gak bisa milih sendiri matkul buat semester selanjutnyal Ini udah ketentuan kampus sendiri, mereka yang maketin matkul yang bakal di ambil dari semester 1 - semester 6. Jadi gue pasrah aja apa yang akan berikan. Dan ternyata gue di semester ini dapet 21 SKS. lumayan banyak. Yang awalnya gue udah ada niatan buat ambil kelas atas karena IPSemester 1 gue memenui syarat. Matkul yang pengen gw ambil itu olahraga, pelajaran yang gak gue suka semenjak SD. Emang karena gue cowok yang gak suka olahraga. Tapi niatan itu gue tahan kembali buat ambil itu matkul. Gue udah bisa bayangin sesibuk apa gue nanti kalo SKS gue jadi 24 SKS. Belum lagi ditambah kesibukan gue di UKM CCI divisi Jurnalistik dan Web Development. Dan di semester 2 ini gue nambah 1 organisasi lagi yaitu Al-Fath. Lembaga Dakwah di kampus gue yang sekarang sedang open recruitment.
Terus kalau lu udah sibuk, kenapa ambil 3 organisasi sekaligus?
Jadi gini, karena gue diploma yang belajar hanya 3 tahun, gue kayak di-push gitu untuk terus belajar setiap hari. Emang sih, ada pepatah yang mengatakan untuk menuntut ilmu setinggi mungkin, cuman belajar tiap hari tiap malam itu gak bagus bagi gue, terlebih gue hampir setiap hari di depan laptop lebih dari 10 jam. Hal itu lah yang memotivasi gue buat perbanyak organisasi. Gue gak mau mendep di kamar ngoding setiap hari, no social life, gak ada wawasan yang luas. Gue pengen lebih banyak eksplorasi di luar konteks programming dan pengen lebih tau dunia luar yang gak bisa gue tahu lewat sebuah mesin pencaharian. Gue masuk jurnalistik karena gue eksplorasi dunia luar lewat sebuah kata-kata yang akan dirangkai menjadi kalimat dan diolah menjadi paragraf dan terakhir semua paragraf itu digabung menjadi sebuah cerita menarik. Selanjutnya, gue ikut Al-fath karena pergaulan di kampus itu keras. Gue inget perkataan Walikelas gue kelas 12 SMA kemarin, pak Junaidi. Beliau bilang, nanti di kampus kita dididik 0% dan belajar 100% (seinget gue). Perkataan beliau benar adanya. Oleh karena itu, gue mencoba untuk bisa tetap berada di jalan yang di ridhoi oleh Allah. Sekali lagi Aamin.
at least but no last semoga IP gue di semester 2 lebih baik dari semester 1 dan bisa survive di sini.
Sekarang pertengahan bulan Januari, tandanya gue harus masuk kuliah lagi. Liburan yang gak kerasa. Sebenernya liburan gue itu 2 minggu doang kayak jenjang pendidikan wajib cuman karena gue vokasi yang jadwal UAS-nya sedikti jadi liburannya gue ke-extend jadi sebulan. Mantap!
Btw, gue gak mau ngomogin liburan dulu, soalnya bikin gue mager kuliah. Di sini gue mau cerita suatu hal yang udah sering kita temui sebelumnya gak hanya di jenjang perkuliahan aja tapi di jenjang pendidikan wajib juga kita sering menemui hal ini.
Hal ini bermula saat perkuliahan awal mata kuliah Proyek Tingkat di hari pertama masuk kuliah. FYI, matkul proyek tingkat itu adalah matkul wajib yang harus kita ambil karena di matkul ini semua yang gue pelajari di Semester 1 dan yang gue akan pelajari di semester 2 akan di implementasikan di matkul. Tugas dari proyek ini adalah kelompok yang nantinya gue dan kelompok bakalan gue buat aplikasi web dengan jangkat waktu 1 semester yang gak sampe 5 bulan. Kalo temen-temen ga tau aplikasi web, secara dasarnya kita bakalan ngebuat website.
Udah,Cukup informasi mengenai matkul gue ini, kita balik lagi ke topik yang bakal gue omongin. Semua dimulai saat bapak dosen ngejelasi perihal penting soal tugas ini. Dosen gue ngejelasin bahwa dalam pemilihan anggota kelompok kita dikasih kebebasan untuk siapa aja yang mau kita jadikan temen sekelompok. Sontak seteleh dosen ngomong gitu, temen-temen gue yang lain lansung masang muka senyum-senyum pepsodent dan dilanjuti dengan berbisik ke temen terdekatnya. Setidaknya itulah yang gue lakuin terhadap temen gue Fathih untuk ngajak satu kelompok di matkul ini. Di sisi lain ada temen gue yang gak melakukan respons yang sama setelah mendengar hal tersebut. Gue gak tau kenapa tapi disinilah konflik.
***
Selang beberapa hari, notifikasi Line gue dari grup tiba-tiba membludak 250 chat lebih. Setelah gue check dengan setengah hati karena gue orangnya males buka grup, ternyata temen-temen gue lagi ngomong masalah pembagian kelompok soal tugas tadi. Timbullah 2 kubu, kubu kanan yang pengennya diacak termasuk gue di dalamnya dan kubu kiri yang lebih memihak untuk milihsendiri. Karena ada perbedaan paham, muncullah perdebatan di kedua kubu tersebut. pihak diacak beragumen bahwa kelompok mending diacak supaya ada rasa demokrasi dan keadilan. Untuk kubu milihsendiri berpandapat lebih baik milih sendiri karena katanya pressure dari tugas ini berat. Karena perdebatan yang terus berlanjut, KM - sebutan untuk ketua kelas, memilih jalan diplomatis yaitu dengan voting.
Manakah yang benar?
Honestly, gak ada yang benar dan yang salah ini semua cuman perbedaan pendapat dan persepsi aja. Tapi di sisi lain benar dan salah, ada aspek sosial yang harus kita pertimbangkan juga, yaitu sisi sosial. gue merasa kalau millihsendiri pasti ada yang dapet group sisain. Itu gue suka kasian sama orang kaya gitu. Ada rasa iba karena harus bergabung dengan orang yang bisa jadi gak mau nerima dia. Banyangin aja kalau lu diposisi dia, rasain hal yang dia rasakan, dijauhi dan sendiri secara gak lansung itu bisa jadi bullying. Dan juga menurut gue milihsendiri bikin lu gak berkembang karena lu tetep bermain di zona nyaman lu itu dengan orang yang sama terus menurus.
Inilah mental pelajar yang harus di ubah, keluar dari zona nyamannya, explore hal yang baru supaya bisa berkembang.
Sehat, menurut gue adalah suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan gue. Mungkin gak cuman gue aja, tapi bagi semua orang. Untuk menjadi pribadi yang sehat menurut gue susah-susah gampang, tergantung kondisi orang tersebut. Banyak hal yang diperhatikan untuk memiliki tubuh yang sehat, dari hal yang bisa kita anggap sepele dan krusial. Beberapa faktor diantaranya adalah umur, beratbadan, tinggibadan, cuaca, jumlah penduduk dan pekerjaan kita sehari-haripun bisa menjadi faktor penuntuk kesehatan tubuh kita.
Di Indonesia, pada tahun 2016, populasi penduduk berada di angka 261 Juta lebih penduduk. Data ini gue ambil dari World Development Indicators - Google Public Data Explorer. Karena banyaknya penduduk, hal tersebut dapat membuat kita mengurangi lahan hijau yang bermanfaat bagi kesehatan kita. Terutrama berkurangannya pohon-pohon rindang yang baik untuk pernafasan.
Kemudian, Mengutip sebuah artikel dari CNN Indonesia, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan sudah melakukan survei mengenai 10 penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia sebagai berikut:
1. Cerebrovaskular atau pembuluh darah di otak seperti pada pasien stroke.
2. Penyakit jantung iskemik.
3. Diabetes Melitus dengan komplikasi.
4. Tubercolusis pernapasan.
5. Hipertensi atau tekanan darah tinggi dengan komplikasi.
6. Penyakit pernapasan khususnya Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
7. Penyakit liver atau hati.
8. Akibat kecelakaan lalu lintas.
9. Pneumonia atau radang paru-paru.
10. Diare atau gastro-enteritis yang berasal dari infeksi.
Penyakit-penyakit di atas memang terlihat menyeramkan, tapi menurut gue setiap penyakit pasti ada obatnya dan gue punya prinsip "Hidup Sehat itu Mudah". Walaupun ada obatnya, bukannya lebih baik mencegah dari pada mengobati bukan? Setelah searching yang memakan waktu yang cukup lama, akhirnya gue dapet sebuah situs kesehatan bernama dokterBaBe.
dokterBabe adalah situs kesehatan paling terdepan di Indonesia, membahas secara lengkap dan menyeluruh tentang masalah kesehatan dan tips hidup sehat yang sesuai dengan gaya hidup orang Indonesia. Ada banyak fitur yang terdapat dalam situs dokterBaBe. Fitur-fitur tersebut dapat membantu kita untuk mencegah 10 penyakit berbahaya tadi.
Lantas apa saja fitur tersebut? Silahkan simak artikel ini.
1.Glosarium Penyakit
Fitur pertama adalah tersedinya indeks tentang penyakit. Di fitur ini teman-teman dapat mencari informasi tentang penyakit yang ingin kalian ketahui. Teman-teman dapat mencari nama penyakit tersebut dengan cara menelusuri nama penyakit tersebut berdasarkan abjadnya atau teman-teman dapat mengsearch lansung nama penyakit tersebut di kolom pencaharian setelah itu klik nama penyakitnya.
Selain itu, teman-teman juga dapat memfilter penceharian penyakit yang ingin ketahui. Dalam fitur ini kita memfilter penyakit berdasarkan jenisnya. Cara menggunakan fitur ini cukup mudah. Teman-teman hanya mengklik tulisan filter dan pilih jenis penyakitnya.
![]() |
| Di sini gue mencoba untuk mencari penyakit yang berkaitan dengan mata |
Setelah kita menemukan nama penyakit yang kita inginkan, tinggal klik nama penyakit tersebut dan situs akan mencoba memuat lama baru yang berisi informasi penyakit yang sudah kita klik. Di sini gue mencoba dengan penyakit bintitan. Setelah gue klik tulisan bintitan, maka muncullah informasi dengan penyakit bintitan
2.Glosarium Obat
Yang kedua adalah indeks mengenai obat-obatan.Cara kerja menu ini sama dengan fitur Penyakit. kita dapat mencari obat-obatan yang perlu dengan cara menelesuri berdasarkan abjad atau dengan cara melakukan pencaharian lansung. Di sini kita juga dapat memfilter nama obat-obatan berdasakar jenis obat tersebut.
Setelah kita menemukan obat yang kita inginkan kemudian mengklik namanya, maka akan muncul informasi mengenai obat tersebut. Di sini gue memakai contoh obat betadine.
Selain itu, di menu obat ini juga tersedia informasi-informasi penting yang harus diketahui oleh pasien tentang obat yang hendak digunakan. Salah satu contohnya adalah informasi mengenai "Bagaimana cara menyimpan obat yang baik dan benar".
3.Artikel Kesehatan
Selanjutnya, situs ini juga menawarkan artikel-artikel pilihan yang tentunya sudah di verifikasi oleh dokter yang terpercaya mengenai keakurtana artikel tersebut. Di sini terdapat beberapa kategori yang di sediakan oleh dokterBaBe.com. Kategori tersebut adalah kesehatan, intim, hidup sehat, keluarga, kecantikan dan ibu & bayi.
4.Konsultasi dengan Dokter
Pada uturan keempat adalah konsultasi. Fitur ini dapat kita gunakan dengan cara mengklik kata "Konsultasi" di bagian atas situs ini. Di sini kita dapat mengajukan pertanyaan tentang penyakit yang kita rasakan. Selain itu, bila sudah ada orang yang berkonsultasi dengan dokter dengan pertanyaa yang sama, teman-teman dapat melihat jawaban dokter tersebut dengan cara mengklik pertanyaan tersebut. Menurut gue pribadi fitur ini sangat berguna, dapat membantu kita menghemat waktu untuk melakukan konsultasi dengan dokter dan kita dapat melakuka konsultasi dengan mudah.
Untuk melakukan konsultasi, temen-temen di haruskan untuk login terlebih dahulu. Untuk login, teman-teman dapat menggunakan akun Facebook/Twitter/Google+. Jika belum melakukan pendaftaran pada situ dokterBaBe, sobat dapat melakukan daftar dahulu. Melakukan pendaftaran juga dapat dilakukan dengan mudah. Temen-temen dapat juga menggunakan akun Facebook/Twitter/Google+.
Setelah masuk, sobat dapat mengajukan pertanyaan di dalam menu konsultasi pada bagian kanan situs. Saat mengajukan pertanyaan, teman-teman dapat menyembunyikan identias teman-teman.
5.Cari Rumah Sakit
Yang terakhir adalah Cari Rumah Sakit. Sesuai namanya, di sini kita dapat menemukan rumah sakit dengan mudah. Tidak hanya rumah sakit, kita dapat menemukan apotek, klinik dan dokter gigi terdekat.
Mencari rumah sakit menggunakan fitur ini sangat mudah karena sudah terintegrasi dengan Google Maps. Saat menggunakan fitur ini, kita lansung di direct ke lokasi kita. Di sana terdapat icon-icon yang menandai jenis bangunan tersebut. Icon "+" menandakan rumah sakit, kapsul obat menandakan apotek, gigi menandakan dokter gigi dan tetoskop menandakan klinik.
Setelah menemukan tempat yang diinginkan, teman-teman dapat mengklik icon tersebut. Kemudian, akan muncul detail tempat yang diinginkan. Kemudian, kita dapat mendapatkan petunjuk arah ke tempat tersebut dengan cara mengklik "Petunjuk Arah" di bagian keterangan tempat.
Sekian, artikel gue kali ini. Artikel ini didesikasikan untuk mengikuti perlomban yang di adakan oleh dokterBaBe.com. Setiap foto pada artikel ini gue ambil sendiri secara lansung dalam situs dokterBaBe.com. Terima kasih.
PEACE!
Masih dengan suasana baru dengan tahun yang baru juga, gue pengen nulis resolusi di tahun 2018. Walaupun sekarang udah tanggal 3 tapi kayaknya gak telat-telat banget kan ya?
Well, sebenernya gue paling males bikin resolusi-resolusian kaya orang-orang, emang gue orang males juga orangnya hahaha. gue lebih demen bikin to-do list aja di catetan kecil yang bisa ditempel di tembok gitu *Gak tau namanya*. Tapi setelah gue pikir-pikir hal yang gue lakuin itu hanya berdampak secara jangka pendek aja dan gue sadar resolusi itu untuk jangkat panjang.
Btw, sekarang gue kalo nulis udah ga ditempat andalan gue karena gue pengen nyoba hal-hal baru ditahun ini, sekarang gue nulis aja lagi posisi headstand. Yaudahlah, berikut resolusi gue buat tahun 2018
![]() |
| sumber google images |
- Tahan khilaf barang gak perlu. Gue suka banget kalau liat gadget lansung naksir pengen beli, padahal cuman laper mata. Apalagi sneakers, barang yang lagi ngetren di tahun kemarin lagi booming-boomingnya karena hal itu juga gue ampe makan nasi kecap doang.
- Lebih bisa inget kesehatannya. gue kebiasaan kalo udah kerja sama belajar suka gak inget waktu
- Lebih banyak explore dunia luar. Gue dasarnya punya sifat mager males keluar, semoga ilang di tahun ini
- Lebih bisa stay cool. terdengan aneh tp gue orangnya suka kepedean haha.
- Sisanya keinginan gue yang belum kesampean di 2017. Kalo ini mah gak usah diraguin, kalian juga gitu kan hahah.
Udah gitu aja, gak usah banyak-banyak. Semoga berhasil semua
PEACE!
Eh.. udah tahun 2018 aja. Gak kerasa. Padahal, gue ngerasainnya 2017 baru aja mulai. Aneh, Tapi itulah hidup, kita harus terima dengan realita yang ada. Kehidupan berjalan begitu saja seperti yang air yang mengalir.
Sekarang Kehidupan dimulai lagi dari angka 1. Membuka lembaran baru untuk menuliskan kenangan masa depan. Gak peduli isi lembaran baru kita bakal bewarna mejikuhibiniu atau hitam kelam. Kita harus siap dengan apa yang akan terjadi di masa depan nanti.
Banyak pengalaman yang udah gue alami di tahun 2017 kemarin. Ada pengalaman yang bewarna mejikuhibiniu dan hitam kelam. Untungnya, lebih banyak warna pelanginya. Sekaran gue mau cerita kalian isi dari lembaran itu.
Awal Januari, Gue memasuki jenjang final saat SMA - semester 2 kelas 12. Waktu itu, gue lagi menyiapkan diri gue untuk masa depan gue yang lebih baik. Slogan gue waktu itu mirip sama slogan Bapak Joko Widodo presiden kita saat ini, Belajar! Belajar!. Kalimat itulah yang terbenam di otak gue sampai saat ini. Gue udah gak bisa main dota se-intensive saat gue semester 1 kelas 10. Kalau gue gak belajar matilah gue, nilai UN gue pasti anjlok dan gak masuk perguruan tinggi. Sudah sepantasnya pemikiran inilah yang harus ditanamkan oleh murid di penghujung pintu keluar sekolah.
Selain itu gue ngerasa sedih juga. Gue bakal pisah sama temen-temen SMA gue yang asik-asik. Gue tau gue pas SMA itu tipe murid sapu-sapu(Sekolah Pulang - Sekolah Pulang). Saat itu emang gue lagi demen-demennya sama E-Sport apalagi dota2. Terlebih sama temen sebangku gue namanya Fahmi, shotout buat lu Mi kalau baca tulisan ge ini. Gue sama lu duduk 3 tahun sebangku udeh kek telor kaka adik, tapi sayang, gue gak banyak kenangan sama lu.
Dipertemukan dan dipisahkan, itulah kehidupan. Tuhan mempertemukan kita dengan orang-orang yang menurut-Nya dapat menambahkan garis dilembaran kenangan kita. Ada yang longlast dilembaran kita seperti teman hidup yang menemani kita sampai Tuhan berkehendak. Ada juga yang hanya sebatas titik.
Anyway, i'm pleased to have friend like you. Banyak yang udeh gue alami sama temen-temen kelas gue. Dari yang cabut kelas karena perut keroncongan sampe cabut karena gue males kelas meeting. Ngerjain karangan 4 lembar folio full sejarah yang gurunya bener-bener kayak assassins - sebutan gue untuk guru killer)padahal isinya ngaco semua gak masuk akal. Kalau ini skripsi, gue udah jadi mahasiswa abadi semester 14.
Dan sudah saatnya kita jalan di impian masing-masing. Entah lu-lu pada kaya apa 10 tahun mendatang apakah masih masih sama kaya zaman SMA atau enggak, yang jelas gue akan menunggu waktu dimana kita bertemu lagi.
Emang bener, masa SMA adalah masa yang menyenangkan
![]() |
| DWIMINSCHAFT |
***
Pertengahan bulan gue bener-bener sibuk. Setidaknya kata itulah yang dapat menjelaskan kegiatan gue waktu itu, Setidaknya sebelum gue kenal betul dengan dunia perkuliahan yang lebih sibuk dari ini.
Belajar mati-matian, les pagi pulang pagi demi menjawab soal SBMPTN yang didewakan oleh anak kelas 12. Salah satunya hal yang terkesan killer yang dapat menentukan kelayakan sesorang masuk PTN - Perguruan Tinggi Nasional.
Gue salah satu murid salah satu bimbingan belajar yang udah terkenal di daerah gue ini. Gue sebut aja, gue bimbel di NF - Nurul Fikri. Buat lu yang udah baca cerita gue tentang kelulusan gue dari ujian yang terdengan killer ini, SBMTN pasti udah tau beberapa cerita gue les di situ.
Di bimbel ini gue bener-bener berjuang. Bareng temen gue Adit yang sekelas ama gue dan Ghulam yang beda kelas dari gue, gue bertiga berjuang tanpa lelah. Selain kita bertiga les dari pagi sampe sore, kita juga minta konsultasi sama kakak pengajar di sana. Konsutasi yang kita lakuin itu bener-bener totalitas konsul dari jam setengah empat sampe jam 10. Sebenernya, gue pengennya sampe gue betul-betul ngerti sama pelajaran apalagi pelajaranya core gue: Fisika, Matematika dan Kimia. Pokoknya waktu itu bodo amat ama hal-hal yang unnecessary, demi tempat kuliah idaman kita semua.
BTW, gue pengen banget kuliah di ITB - Institut Teknologi Bandung karena kota Bandung yang sudah kita ketahui secara umum bahwa suasana di sana itu enak banget buat belajar. Di ITB, rencana gue itu masuk STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika)- ITB dan guebakal ambil penjuruan Teknik Informatika. Di Bandung ada nilai plus juga, disana banyak komunitas programmer dan startup enthusiasts di daerah Bandung Digital Valley. Gue pengen banget punya startup.
Selain itu, entah kenapa di ITB banyak tokoh-tokoh revolusioner. Banyak tokoh lulusan ITB yang bener-bener terpengaruh terhadap negara tercinta kita ini. Gue gak tau mereka di cekokin apaan pas lagi menuntut ilmu. Ada beberapa tokoh yang gue tau, salah satunya Ir.Soekarno - presiden Indonesia pertama, Khoirul Anwar - penemu koneksi 4G dan Ahmad Zaky - pendiri Bukalapak. Sayang seribu sayang, untuk sekarang gue gak bisa kesana, gue baru mampu sampe kampus didikannya Instititu Teknologi Sumtera, Lampung. Semoga aja gue bisa ngelanjutin pendidikan S1 gue di sana. Aaamiin.
***
Waktu awal-awal gue kuliah di Telkom, Alhamdulillah, perkuliahan gue di Telkom mulus semulus paha anggota girlband K-POP. Semua berjalan dengan lancar, gue dapet temen sekasur seasrama yang asik dan baik-baik. Gue bersyukur untuk itu.
Tapi ternyata, Allah tahu yang terbaik. Gue diberi musibah. Gue tau Allah lagi ngetes keimanan gue seberapa tulus, ikhlas dan dalam. Gue tau juga Allah lagi ngasih tau gue siapa aja temen gue waktu ada musibah.
Sebagai mahasiswa IT, sudah pasti gue ngerasa cukup kwalahan jalanin kuliah. Apalagi, setiap hari gue kerjaannya ngoding sampe muka gue ke zombie programmer butuh tidur. Hari-hari gue lewati, pinjem laptop sama Ghazi, temen kamar asrama buat ngeprint tugas kuliah seabrek.
Kemudian tugas dari dosenpun seringkali mengandalkan laptop. Dengan sabar dan ikhlas gue jalani aja seperti air mengalir.
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan" (Q.S Alam Nasroh: 5)
Alhamdullilah, gue di pinjemin laptop om gue yang dulu sering gue pake buat ngedota bareng-bareng haha. Gue firman Allah tersebut. Setelah itu kuliah gue lancar. UAS-pun hasilnya tidak mengecewakan dan IP Semester 1 gue di atas 3.5 Alhamdulillah.
Di penghujung tahun juga, gue udah resmi berumur 18 tahun which is gue harus lebih dewasa lagi. Ini juga sebagai resolusi gue di tahun 2018 ini.
"Don't panic, relax, think once, code twice."
***
But, anyway guys, selamat pergantian tahun ke 2018, may all your resolution come true.
Setelah sekian lama menjadi pengabdi tugas, Finally ada juga waktu luang untuk menuangkan pikiran kotor gw di sini. Gw sadar semenjak gw kuliah, blog ini gak pernah keurus. Bukan alasan tapi emang kenyataan. Tapi di sini gw gak mau ngomongin itu. Gak guna juga. Sekarang gw mau ngomong tenang fenemona yang lagi booming di kalangan warganet, Kids Jaman Now.

Istilah "Kids Jaman Now" dibuat oleh para kaum Millenial (Generasi Y) untuk menyindir kelakuan setelah kaum Millenials (Generasi Z) yang dianggap menyeleneh dan melanggar norma yang ada. Istilah tersebut adalah plesetan dari kalimat Anak Zaman Sekarang yang diubah menjadi Bahasa Inggris
Gak selamanya istilah tersebut diberikan untuk Gen Z. Generasi Y-pun bisa diberikan istilah "Kids Jaman Now". Ada banyak alasan yang dapat membuat sesorang mendapatkan sindiran "Kids Jaman Now" salah satunya sifat norak/alay seseorang terhadap suatu hal. Mereka menanggapi hal tersebut dengan berlebihan dan itu norak banget bray.
Contoh pertama dari kealayan mereka adalah penggunaan fitur Instagram Stories atau yang biasa mereka sebut snapgram karena fitur ini mirip dengan fitur yang ada di snapchat. Baru liat hal yang sedikit berbeda aja direkam lalu di-share di instagram stories, hal apapun direkam. Lebih parahnya lagi, nonton bioskop di eks-eks-ai atau cegeve direkam. Perbuatan yang lu lakuin itu melanggar hukum dan bisa dibilang pembajakan. Silahkan dibuka Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Enggak selamanya mereka ngelakuin hal tersebut di Instagram. Tergantung akun sosial mereka yang punya. Kalau punyanya Facebook ya pak Facebook Live.Nikmatilah momen yang lu nikmati. Jika ingin di buat dokumentasi, gak perlu diumbar silahkan disimpan di galeri masing2 karena momen hakikatnya untuk disimpan untuk menjadi sebuah kenangan manis.
Contoh kedua adalah dikit-dikit update. Mending jika update-tan mereka itu bermanfaat. Jatuh dari motor update. Bangun tidur update. itu SPAM. Gak semua orang itu pengen tau tentang keseharian lu itu. Jadi jalani aja sepenuh gak perlu update status dan semacamnya. Lebih parahnya dari ketika ada sesorang kena musibah bukannya ditolong malahan difoto dan di-share dengan caption minta like dengan maksud agar si korban dapat pertolongan. Itu gak menolong sama sekali, emang dengan like yang banyak apakah musibah si korban bisa hilang begitu aja? Enggak! jadi daripada lu update status mending tolong selagi masih bisa dengan aksi yang nyata bukan semu!
Contoh lainnya yang bikin gw resah itu adalah salah tempat. Maksud salah tempat disini adalah tidak bisa menempatkan sesuatu yang seharusnya dilakukan ditempat yang tepat. Gak ngerti? Gambaran besarnya adalah mereka melakukan suatu hal ditempat yang salah. Misalnya kasus yang lagi tenar sekarang, ngasih anggur merah ke hewan yang ada di Taman Safari. hal yang lu lakuin itu udah termasuk animal abuse - penganiayaan terhadap hewan. Kalau mau mabok gak usah bawa satwa yang ada di Taman Safari, bawa diri pribadi masing-masing aja.
Sebenarnya masih banyak hal yang dilakukan oleh "Kids Jaman Now" ini ngebuat gw dan orang lain disekitarnya resah atas sikap yang mereka lakukan. Gw berharap yang membaca blog ini gak termasuk kategori kids jaman now. Pesan gw untuk generasi Kids Jaman Now kurang-kurangi micin yak.
Kehilangan sesuatu memang menyakitkan, terlebih jika itu disebabkan oleh kesalahan diri sendiri. Mau tidak mau kita harus menerima dengan lapang dada. Walaupun berat dalam menerima hal tersebut kita harus menyikapi dengan sikap dewasa, ikhlas dan ambil hikmah dari musibah yang menimpa kita.
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Lebay? iya, tapi itulah rasanya kehilangan. Memang bukan kehilangan sosok orang yang dicintai, tapi apakah kalian pernah berjuang untuk mendapatkan suatu hal yang kalian inginkan tapi lepas begitu saja?
Waktu demi waktu yang dilalui, perjuangan tanpa henti, usaha yang dilakukan, rasanya seperti sia-sia.
Seperti yang gw katakan sebelumnya, musibah yang kita hadapi harus dijadikan bahan evaluasi. Belajar dari kesalahan sebelumnya sehingga tidak terjadi dikemudian hari. Pertama dan terakhir.
Menurut gw, kehilangan bukan musibah, tapi peringatan Allah kepada gw sendiri yang sudah kemarin lalai dan gw sangat menyadari itu. Kesal dengan diri sendiri kenapa terjadi pada diri gw. But life goes one. Hidup seperti mengendarai sepeda ketika kita berhenti mengayuh maka jatuhlah kita, tetapi ketika terus mengayuh sesuai tujuan maka selamatlah kita.
Mengutip perkataan Tara dari Tara Arts
Apa adanya dan apa adanya
Belajar bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan ke gw, manfaatkan yang ada, jangan banyak mengeluh karena rezeki sudah Allah atur dan tinggal kita saja apakah siap atau tidak ketika kesempatan itu ada.
Alasan Ingin Bergabung dengan Students Tel-U
- September 09, 2017
- By Nur Muhammad Luthfi
- 3 Comments
Ospek sudah selesai, sekarang resmi sudah menjadi mahasiswa kampus Telkom University. Berbeda 180 derajat dengan kehidupan SMA, zaman kuliah kita harus bener-bener cari pengalaman. Pengalaman bisa didapatkan dari mana saja kok, salah satunya adalah aktif berorganisasi. Di sini namanyapun berubah layaknya siswa yang mendapatkan gelar keagungan - maha, disini namanya UKM ( Unit Kegiatan Mahasiswa). Ada banyak UKM yang ada di kampus gw ini. dari ilmu mencari jodoh, kerohanian, bela diri, olahraga, dll. Pokoknya banyak dah. Dari sekian banyaknya UKM yang ada, salah satu UKM yang gw minati adalah UKM CCI.
Apa sih UKM CCI itu?
CCI - Central Computer Improvement adalah sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa yang memiliki kegiatan-kegiatan yang dilakukan CCI bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai teknologi bagi mahasiswa/mahasiswi Universitas Telkom serta bagi lingkungan sekitar.
CCI-pun memiliki 6 divisi yaitu:
- Data Research
- Web Development
- Desain
- Media Management
- Networking
- Games & Gadget
Dari sekian banyak divisi, yang ngebuat gw tertarik masuk CCI adalah divisi media management yang bernama Students CCI. - sebuah portal berita bagi mahasiswa-mahasiswa Telkom University yang dikelolah lansung dibawah naungan CCI.
Untungnya aja divisi ini lagi mengadakan open recruitmen bagi mahasiswa-mahasiswi 2016 dan 2017. Di sini gw mau ngasih beberapa hal kenapa gw ingin bergabung dalam divisi ini:
1.Passion
Karena salah satu hobi gw adalah memberikan informasi-informasi lewat artikel yang gw tulis di blog pribadi gw ini, gw berharap untuk bisa dapat berkontribusi lansung untuk divisi ini memberikan sebuah informasi yang relevan, tidak mengandung SARA, tidak melanggar aturan-aturan yang berlaku di Telkom University ini baik tertulis dan tidak tertulis dan tentunya informasi yang berguna bagi khalayak umum.
2.Misi
Karena zaman sekarang sudah banyak info-info HOAX yang mengakibatkan penyimpang-penyimpang penyelahgunaan informasi membuat gw merasa sedih. Banyak sekali masyarakat di luar sana yang sudah tertipu dengan informasi-informasi HOAX yang ada. Oleh karena itu misi gw adalah memberika informasi yang akurat dan kredibel.
3.Softskill, Pengalaman dan Relasi
Sekarang sudah usang bahwa untuk sukses hanya dibutuhkan kecerdasan semata. Mahasiswa sekarang harus mempunya softskill, pengalaman dan relasi yang baik. Tidak peduli kamu mempunyai kepintaran yang hebat jika kamu tidak bisa mengembangkan softskill, pengalaman dan relasi mu itu. softskill, pengalaman, relasi yang baik dapat membantumu untuk mendapatkan sebuah kesuksesan. Walaupun itu bukan poin utama, tetap saja hal tersebut dapat membantu kita di masa yang akan datang. Oleh karena itu dengan bergabungnya saya di divisi ini, saya dapat mengembangkan softskill, pengalaman dan relasi saya menjadi lebih baik lagi.


































